Kabar Persyarikatan

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Budaya Riset di Era Pesatnya Teknologi

Redaksi Baturmu
26 September 20264 mnt baca
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Budaya Riset di Era Pesatnya Teknologi

BATURMU.COM, JAKARTA — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya membangun budaya ilmiah dan penelitian di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat membuka gelaran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Jumat (25/9). Ia mengingatkan bahwa kemudahan yang ditawarkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), berisiko menciptakan ketergantungan dan budaya kemalasan apabila tidak disertai dengan kemampuan berpikir kritis.

“Teknologi itu menjadi salah satu capaian dari kemajuan sains dan teknologi, tapi pada sisi yang lain teknologi yang memberikan berbagai kemudahan itu bisa menimbulkan budaya kemalasan,” ujar Mu’ti.

Ia menekankan bahwa sains tidak sebatas berfungsi mendeskripsikan atau menjelaskan fenomena alam, melainkan juga harus mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan di masyarakat. Salah satu contohnya adalah menangani isu perubahan iklim dan kelestarian lingkungan yang memerlukan pendekatan ilmiah sekaligus perubahan perilaku.

“Penjelasannya saintifik, sangat ilmiah, tetapi solusinya budaya. Kita harus mengubah perilaku kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mu’ti mendorong agar riset dan inovasi teknologi difokuskan pada pengolahan potensi kekayaan alam Indonesia agar memiliki nilai tambah secara ekonomi. Salah satunya adalah pemanfaatan potensi kelautan nasional yang melimpah.

“Kita punya laut yang luar biasa luas. 70 persen wilayah kita adalah lautan. Tapi seberapa banyak isi laut yang sudah dijelaskan oleh para ilmuwan kita?” tanyanya.

Menurutnya, potensi sumber daya alam yang melimpah tersebut baru akan memberikan dampak ekonomi yang tinggi jika dikelola secara modern berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di ranah pendidikan, Mu’ti mendorong pendekatan pembelajaran sains yang mudah, murah, menggembirakan, serta bermakna (mindful dan meaningful). Konsep ini diyakini dapat merangsang nalar kritis, kreativitas, dan rasa ingin tahu peserta didik tanpa harus terbeban biaya mahal.

“Riset tidak harus selalu ekspensif kalau kita kaitkan dengan alam di mana murid-murid kita itu hidup,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan riset. Menurutnya, kualitas siswa yang unggul sangat bergantung pada kualitas guru dan perguruan tinggi yang mencetaknya.

“Kalau ingin murid-muridnya belajar hebat, gurunya harus hebat. Kalau gurunya ingin hebat, ya perguruan tingginya harus hebat,” tuturnya.

Melalui ajang seperti OPSI, Abdul Mu’ti berharap dapat lahir generasi muda yang mencintai ilmu pengetahuan serta mampu mengembangkan sains untuk menjawab tantangan dan kebutuhan bangsa di masa depan.

“OPSI ini dapat menjadi opsi untuk kita melahirkan saintis-saintis muda,” pungkasnya.
Bagikan artikel ini: