Kabar Persyarikatan

Nanang Joko Purwanto: Ujian dan Kesulitan Hidup Jadi Jalan Mendekatkan Diri Kepada Allah

Redaksi Baturmu
30 September 20264 mnt baca
Nanang Joko Purwanto: Ujian dan Kesulitan Hidup Jadi Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Pelbagai ujian kehidupan seperti penyakit, kesulitan ekonomi, hingga rasa cemas sejatinya dapat menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk meraih kebaikan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT, selama dihadapi dengan penuh kesabaran.

Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Nanang Joko Purwanto, saat memberikan ceramah dalam kajian bakda zuhur di Masjid KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (29/9).

Dalam pemaparannya, Nanang mengingatkan bahwa dinamika kehidupan manusia akan selalu berganti antara senang, sedih, sehat, dan sakit. Setiap kondisi tersebut sudah sepatutnya disikapi dengan merujuk pada petunjuk Rasulullah SAW. Mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Said dan Abu Hurairah, ia menjelaskan bahwa setiap rasa lelah, sakit, duka, maupun gangguan kecil seperti tertusuk duri sekalipun dapat menjadi pembersih dosa bagi seorang mukmin.

“Dengan ujian-ujian yang kita terima di satu sisi kita merasa sedih, sakit, gelisah, tapi di situ Allah tidak membiarkan kita tanpa diberikan sebuah balasan,” jelas Nanang.

Nanang menekankan bahwa cobaan tidak seharusnya dipandang sebagai hal yang konstan buruk. Merujuk hadis riwayat Imam Bukhari, ketika Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, Allah akan mengujinya terlebih dahulu. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk selalu berbaik sangka (husnuzan) kepada Allah. Sikap seorang mukmin sejati adalah bersyukur ketika mendapat kenikmatan dan bersabar saat ditimpa musibah.

Ia mengumpamakan proses pematangan diri melalui ujian ini seperti lempengan besi yang harus dipanaskan dan ditempa oleh pandai besi sebelum akhirnya berubah menjadi alat yang bermanfaat.

“Mungkin kita merasakan sakit yang begitu pedih, keletihan, kepayahan dengan ujian cobaan yang Allah berikan. Tapi dengan kita bersabar mengikuti proses yang ada, tetap berhusnuzan pada Allah, kemudian jadilah kita menjadi suatu yang insyaallah akan mendapatkan kebaikan-kebaikan dan menjadi orang yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nanang menerangkan bahwa cobaan berupa penyakit atau kemiskinan akan mendatangkan kebaikan di dunia melalui makin dekatnya hubungan hamba dengan Sang Pencipta, serta di akhirat berupa peleburan dosa. Ia juga mengutip hadis dari Anas bin Malik yang menjelaskan bahwa Allah bisa jadi menyegerakan balasan atas kesalahan hamba-Nya di dunia agar ia tidak lagi menanggungnya di akhirat.

Selain itu, besarnya pahala yang diperoleh seorang hamba berbanding lurus dengan tingkat ujian yang dihadapinya. Ketika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan memberikan cobaan. Mereka yang ridha akan mendapatkan keridhaan Allah, sedangkan mereka yang murka hanya akan memperoleh kemurkaan-Nya.

Di akhir kajiannya, Nanang merangkum lima poin penting dalam menghadapi ujian hidup. Pertama, cobaan diberikan sesuai kadar pemahaman agama seseorang. Kedua, kesabaran dalam menghadapi penyakit dan musibah dapat menghapus dosa. Ketiga, ujian hidup merupakan salah satu tanda kasih sayang Allah kepada hamba yang saleh. Keempat, seorang mukmin hendaknya bersabar dan ridha tanpa berputus asa atau marah. Kelima, kesabaran menjadi jalan utama untuk meraih keridhaan Allah SWT.

“Dengan demikian dia akan mendapatkan keridaan dari Allah Subhanahu wa taala,” pungkas Nanang.

Bagikan artikel ini: