Kabar Persyarikatan

Manfaatkan Era Digital, Kader AMM Didorong Gencar Suarakan Agenda Muhammadiyah

Redaksi Baturmu
1 Oktober 20263 mnt baca
Manfaatkan Era Digital, Kader AMM Didorong Gencar Suarakan Agenda Muhammadiyah

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) didorong untuk lebih produktif dalam memproduksi dan menyebarkan narasi yang sejalan dengan agenda utama gerakan Persyarikatan. Langkah ini dinilai sangat strategis di tengah pesatnya keterbukaan arus informasi di era digital.

Dorongan tersebut disampaikan oleh Anggota Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Najih Farihanto, dalam kegiatan Sekolah Cabang Ranting (SECARA) yang diselenggarakan oleh AMM DIY secara daring pada Rabu (30/9).

Najih, yang juga merupakan akademisi sekaligus praktisi komunikasi, menjelaskan bahwa pada era media konvensional, publikasi narasi Muhammadiyah kerap mengalami hambatan karena keterbatasan akses media massa. Namun, kendala semacam itu seharusnya tidak lagi terjadi di era sekarang, sebab setiap kader memiliki kanal media sosial pribadi.

“Ini bagian dari menaiknya opini minoritas. Mungkin sebelumnya narasi tersebut tidak pernah terangkat di era konvensional. Namun dengan hadirnya era digital, opini-opini minoritas sangat memungkinkan untuk muncul ke permukaan,” ujar Najih.

Mengacu pada teori Spiral of Silence, Najih menerangkan bahwa Muhammadiyah mulanya bersikap sebagai Uniq Silencer yang tergolong jarang memunculkan isu maupun gagasan ke ruang publik. Meski demikian, ekosistem digital hari ini memberikan kesempatan luas bagi berbagai pemikiran kader, bahkan dalam skala kecil, untuk terangkat ke permukaan.

Oleh sebab itu, kader AMM diharapkan dapat mengoptimalkan akun media sosial masing-masing untuk membangun opini publik yang konstruktif. Menurut Najih, kendali atas opini publik saat ini tidak lagi didominasi penuh oleh media massa konvensional seperti beberapa dekade lalu.

“Selama kita memiliki akun media sosial, kita pada dasarnya memiliki potensi untuk mengangkat narasi sebuah isu,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbincangan mengenai Muhammadiyah di ruang digital saat ini sebenarnya telah didominasi oleh respons dan citra yang positif. Meski demikian, volume publikasi tersebut tetap perlu terus ditingkatkan agar nilai-nilai kebaikan dan pesan dakwah Muhammadiyah dapat menyebar lebih luas ke tengah masyarakat.

Bagikan artikel ini: