Salmah Orbayinah: Kepemimpinan NA Harus Menjadi Amanah untuk Melayani dan Menggerakkan

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026-2030. Pengukuhan kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran NA sebagai organisasi perempuan muda yang melayani dan menggerakkan.
Salmah mengungkapkan bahwa kehadiran Nasyiatul Aisyiyah merupakan bagian penting dari ikhtiar ‘Aisyiyah dalam mempersiapkan generasi penerus perjuangan bangsa. Menurutnya, NA hadir sebagai wadah strategis untuk mendidik, membina, melayani, serta menggerakkan generasi perempuan muda Muhammadiyah dalam dakwah Islam.
Secara historis, cikal bakal NA telah tumbuh di lingkungan ‘Aisyiyah sejak tahun 1919 melalui organisasi Siswa Praja Wanita (SPW), sebelum akhirnya resmi berdiri sebagai Nasyiatul Aisyiyah pada tahun 1931. Berangkat dari rekam jejak yang panjang tersebut, Salmah berharap jajaran kepengurusan baru mampu melanjutkan amanah organisasi dengan semangat pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Sehingga kami berharap kepemimpinan baru ini sudah semestinya dipahami sebagai sebuah tanggung jawab dan amanah untuk melayani (servant leadership). Bukan sekadar memimpin, tapi juga melayani banyak umat dan kita harus niatkan ini sebagai ladang dakwah kita,” tutur Salmah dalam agenda Taaruf PPNA di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Jumat malam (3/9).
Dalam kesempatan tersebut, Salmah menyampaikan enam pesan strategis bagi jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode baru:
1. Penguatan Kaderisasi
Salmah mendorong NA untuk terus memperkokoh sistem kaderisasi sebagai fondasi utama keberlanjutan gerakan. Kaderisasi tidak hanya penting agar pelaksanaan program tetap berjalan, tetapi juga menjadi modal utama dalam mencetak pemimpin dakwah di masa mendatang.
2. Dakwah yang Relevan dan Kontekstual
Seluruh ragam gerakan NA diharapkan dapat beradaptasi dengan dinamika zaman serta kebutuhan generasi muda saat ini.
“Semua gerakan dan dakwah NA ini harus relevan dengan generasi mudanya. Artinya, gerakan dakwah yang kontekstual yang sesuai dengan kondisi sekarang dan kebutuhan perempuan muda agar menjangkau lebih banyak kalangan,” jelasnya.
3. Kemandirian Ekonomi Perempuan Muda
Penguatan aspek ekonomi dinilai sangat krusial untuk membangun kapasitas diri sekaligus meningkatkan daya dukung kader saat menjalankan peran-peran sosial di masyarakat.
4. Keseimbangan Organisasi dan Keluarga
Para pengurus dan kader diingatkan agar tetap bijak membagi waktu antara aktivitas berorganisasi dengan kehidupan domestik, serta turut menjadi pilar penting ketahanan keluarga.
“Bagaimana NA menjadi pilar yang penting di dalam membangun keluarga yang sehat, keluarga yang berilmu, keluarga yang berakhlak, dan tentunya keluarga yang berkemajuan,” kata Salmah.
5. Optimalisasi Media Digital
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Salmah meminta para kader NA dapat memanfaatkan kanal digital secara maksimal sebagai sarana komunikasi dan dakwah yang efektif.
“Ini adalah ruang sarana strategis bagi para kader muda Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan sekaligus memperluas jangkauan dakwah,” lanjutnya.
6. Menjaga Estafet Kepemimpinan
Terakhir, Salmah berpesan agar pengurus NA tidak hanya berfokus pada pencapaian program kerja harian, tetapi juga secara konsisten mempersiapkan regenerasi kepemimpinan untuk masa depan.
“NA harus benar-benar menjadi wajah generasi muda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Maka, kita harus terus siapkan generasi yang berkemajuan yang kemudian dapat mencerahkan peradaban,” pungkasnya.
