Haedar Nashir Tegaskan Pendidikan sebagai Pilar Utama Membangun Peradaban Bangsa

BATURMU.COM, MEDAN — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau seluruh mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap almamater serta bersiap menjadi generasi yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan arahan pada pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU pada Senin (28/9).
“Harapan saya, bangun almamater pride. Bahwa kalian tidak salah alamat, datang dan kuliah di UMSU,” ujar Haedar.
Dalam pengarahannya, Haedar menyoroti pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas diri. Ia mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan ikhtiar mendasar dalam hidup manusia, sejalan dengan janji Allah yang akan meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu.
“Mencari ilmu itu harus menjadi tujuan dasar kita semua,” tegasnya.
Lebih lanjut, Haedar menekankan bahwa menimba ilmu di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) bukan sekadar mengejar capaian akademik. Proses studi ini juga menjadi sarana belajar menjalani kehidupan, di mana mahasiswa dituntut untuk membangun serta menjaga akhlak, sikap, dan karakter mulia. Salah satu perwujudan akhlak tersebut adalah senantiasa menghormati dan berbuat baik kepada orang tua.
“Wujud dari akhlak adalah selalu hormat dan berbuat baik kepada orang tua,” katanya.
Haedar juga mengajak seluruh civitas akademika dan elemen masyarakat untuk bergotong royong dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, sektor pendidikan memegang posisi yang sangat krusial dalam mewujudkan cita-cita luhur tersebut.
“Maka pendidikan adalah pilar strategis membangun peradaban bangsa ini,” jelas Haedar.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan mahasiswa agar memiliki kemandirian dalam merancang masa depan. Perubahan nasib tidak sepatutnya digantungkan kepada orang lain, melainkan harus dimulai dari kesadaran dan usaha gigih diri sendiri.
“Nasib kita semua berubah tergantung kita, jangan sandarkan pada orang lain. Itulah kesadaran kemandirian membangun diri dan bangsa. Muhammadiyah selalu punya komitmen luhur untuk membangun Indonesia,” pungkasnya.
