Dorong Kemandirian Ekonomi Umat, Muhammadiyah Targetkan Cetak Pengusaha Muslim Besar

BATURMU.COM, JAKARTA — Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian ekonomi umat. Muhammadiyah menargetkan lahirnya pengusaha-pengusaha Muslim berskala besar dari lingkungan Persyarikatan dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah, Tony Firmansyah, saat mengisi Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.
Tony menekankan bahwa pesatnya perkembangan zaman, terutama di era kecerdasan buatan (AI), menuntut umat Islam untuk bergerak cepat dalam beradaptasi dan memperkuat kapasitas ekonominya. Menurutnya, jumlah populasi Muslim dunia yang mencapai 1,8 miliar jiwa harus diimbangi dengan kekuatan ekonomi yang solid.
“Saya melihat perubahan zaman begitu cepat di 10 tahun belakangan ini, ditambah lagi di era kecerdasan buatan semuanya terasa mudah,” ujar Tony.
Ia turut membandingkan kondisi saat ini dengan era sahabat Nabi, di mana para pengusaha Muslim kala itu mampu bersatu dan menjadi pilar utama dalam menegakkan agama meski jumlah mereka relatif sedikit.
Di tengah upaya memajukan bisnis dan mengadopsi teknologi, Tony mengingatkan para pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan seiring dengan penguatan iman dan ketakwaan. Bagi Muhammadiyah, kesuksesan dalam berbisnis tidak hanya diukur dari akumulasi kekayaan, melainkan dari konsistensi menjaga nilai-nilai agama.
“Kekayaan itu bisa bikin kita terlena. Yang saya lihat, bahkan jika seseorang semakin kaya itu ia semakin bertingkah. Jadi banyak sekali godaannya,” tutur Tony.
Untuk mewujudkan target pencetakan pengusaha Muslim yang tangguh dan beretika, LP UMKM Muhammadiyah telah menyiapkan lima strategi ekonomi utama:
1. Pendataan dan Pemetaan Potensi Ekonomi
Langkah awal dilakukan dengan membangun basis data pengusaha warga Muhammadiyah. Melalui wadah Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), saat ini telah dihimpun sekitar 3.000 pengusaha Muslim.
2. Inkubasi dan Pendampingan Usaha
Strategi ini difokuskan untuk mencetak pengusaha baru sekaligus mendampingi pelaku usaha mikro agar dapat naik kelas menjadi usaha menengah hingga besar secara berkelanjutan.
3. Perluasan Akses Pasar dan Jaringan Digital
Guna mengatasi kendala keterbatasan akses pasar dan ilmu bisnis, LP UMKM sedang mengembangkan aplikasi digital khusus. Aplikasi ini dirancang untuk memetakan serta menghubungkan para pengusaha berdasarkan jenis usaha dan skala omzetnya.
“Ini karena masih banyak pengusaha yang mengeluh untuk mendapatkan akses pasar, keterbatasan ilmu dan jaringan,” ungkap Tony.
4. Kolaborasi dan Usaha Produktif Bersama
Kemandirian ekonomi dibangun melalui ekosistem yang kolaboratif. Muhammadiyah merancang konsep koperasi untuk menyediakan bahan pangan murah dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan di lingkungan Persyarikatan.
5. Transformasi Dana Sosial untuk Pemberdayaan
Strategi terakhir adalah mengoptimalkan dana sosial agar mampu mengubah posisi masyarakat dari penerima bantuan (mustahik) menjadi figur yang mandiri secara ekonomi dan mampu memberi bantuan (muzakki).
“Jadi pengusaha-pengusaha kita yang tadinya mikro kemudian naik menjadi menengah, menengah menjadi besar. Melalui sistem itu, kita harapkan nanti mereka dapat melakukan pemberdayaan. Merubah yang tadinya penerima zakat lalu ke depannya dapat menjadi pembayar zakat,” pungkas Tony.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Muhammadiyah optimistis dapat membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus mencetak generasi pengusaha Muslim yang mampu menjadi penggerak kesejahteraan umat di tengah dinamika zaman.
