Dahlan Rais Ungkap Empat Etos Kerja Utama Warga Muhammadiyah

BATURMU.COM, JABAR — Ungkapan "sedikit bicara, banyak bekerja" sudah lama melekat pada identitas warga Muhammadiyah. Prinsip tersebut mencerminkan etos mendasar dalam menjalankan roda organisasi, dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat. Hal ini ditegaskan kembali oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahlan Rais, dalam forum Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat secara daring pada Ahad (27/9).
Dalam pemaparannya, Dahlan menjabarkan empat karakter utama yang menjadi etos khas warga Muhammadiyah dalam berkiprah di persyarikatan.
Poin pertama adalah sikap guyub dan rukun. Menurut Dahlan, warga Muhammadiyah selalu mengedepankan kebersamaan dan persatuan dalam menjalankan setiap program gerakan. Nilai ini menjadi pilar penting yang menjaga keberlangsungan persyarikatan.
"Jadi Muhammadiyah itu pengamal perintah Allah, 'Jangan terpecah belah'. Dan inilah ciri yang menonjol dari Muhammadiyah, yaitu guyub rukun," jelas Dahlan.
Karakter kedua adalah tertib dan teratur. Dahlan menjelaskan bahwa Muhammadiyah mengelola setiap amanah melalui sistem organisasi yang matang dan terstruktur. Bekerja di Muhammadiyah tidak bertumpu pada figur individu, melainkan pada tata kelola organisasi yang rapi, dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang terukur.
Selanjutnya, etos ketiga yang melekat pada kader Muhammadiyah adalah semangat untuk memberi. Dahlan menegaskan bahwa niat awal seseorang saat masuk ke dalam persyarikatan adalah untuk menyumbangkan kontribusi bagi kemajuan bersama, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.
"Jadi bergabung dengan Muhammadiyah itu untuk memberi. Barangsiapa beramal saleh, maka amal tersebutlah yang menjadi milik dirinya," tutur Dahlan.
Adapun etos keempat adalah tradisi bekerja keras. Sebagai gerakan dakwah Islam yang berorientasi pada ilmu, amal, dan tajdid (pembaruan), setiap ikhtiar di Muhammadiyah dituntut untuk dilakukan dengan penuh kesungguhan. Tingkat dedikasi ini kerap membuat kader Muhammadiyah dikenal sangat fokus dan tekun dalam beramal.
"Bahkan ada yang menyebut kalau orang Muhammadiyah itu workaholic atau orang yang kecanduan bekerja. Bahkan tidur siang saja sudah dianggap sebagai kemewahan," kata Dahlan.
Dahlan menutup dengan menegaskan bahwa keempat etos tersebut merupakan bentuk manifestasi ajaran Islam dalam tindakan nyata. Nilai-nilai ini yang terus mendorong Muhammadiyah menjadi organisasi yang konsisten memberikan kebermanfaatan dan membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin).
