Ranting Bakalan
Suasana MI Muhammadiyah 1 Batur pada Senin siang, 1 Juni 2026, tampak berbeda dari biasanya. Sejak awal acara, halaman dan ruangan yang telah panitia siapkan terpenuhi oleh warga Muhammadiyah yang datang dengan penuh semangat. Bahkan jumlah peserta yang hadir melebihi kapasitas tempat yang tersedia.
Hari itu menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya PCM Batur menggelar agenda Hari BerMuhammadiyah pada periode kepemimpinan saat ini. Dengan PRM Bakalan sebagai tuan rumah dan dukungan penuh dari MTDK serta LPCR PCM Batur, kegiatan ini menjadikannya sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguat kebanggaan warga terhadap Muhammadiyah.
Acara Dimulai
Pukul 13.10 WIB, beberapa penampilan yang mengundang decak kagum memulai acara. Tim Tari dan Tapak Suci MI Muhammadiyah 1 Batur menampilkan kemampuan terbaik mereka. Penampilan pesilat muda dari SD Muhammadiyah Batur melanjutkan acara dengan memperlihatkan semangat dan kedisiplinan. Kemeriahan semakin terasa ketika AMM Band hadir membawakan dua lagu yang membuat suasana semakin hidup.
Acara inti dipandu dengan hangat oleh Ustadz Khoiru Ridwan dan Ustadz Slamet Yusuf. Keduanya mampu menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan sepanjang kegiatan berlangsung. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abyan Nur Faza, santri Ma’had Jabal Rahman MTs Muhammadiyah Batur, seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya dengan penuh semangat.
Ketua PCM Batur, Hadi Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah yang telah hadir. Menurutnya, antusiasme yang luar biasa tersebut menjadi bukti bahwa semangat persyarikatan di Batur masih tumbuh dan berkembang dengan baik.
Acara Inti
Momen yang paling dinanti hadir saat Ustadz Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A. menyampaikan kajian bertema “Muhammadiyah Seng Mbener, Seng Bener BerMuhammadiyah”. Dengan gaya yang santai, penuh humor, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, beliau mengajak jamaah memahami bahwa berMuhammadiyah pada hakikatnya adalah menjalankan Islam dengan benar sekaligus menghadirkan manfaat bagi orang lain. Tawa, senyum, dan perhatian jamaah terlihat menghiasi sepanjang kajian berlangsung.
Setelah mendapatkan asupan ruhani, panitia mengarahkan untuk peserta guna menikmati kebersamaan melalui makan bakso bersama. Sebanyak 1.000 porsi bakso yang telah dipersiapkan panitia menjadi simbol kebersamaan yang mempererat ukhuwah di antara warga Muhammadiyah.
Kemeriahan belum berakhir. Penampilan syarhil Qur’an oleh tiga santriwati Ma’had Jabal Rahman, Rebana PCA Batur, dan Rebana MI Muhammadiyah 1 Batur terus menjaga semangat peserta. Di sela-sela acara, PCM Batur juga memperkenalkan lagu baru PCNA berjudul “GEMATI” yang membawa pesan Gembira, Mandiri, dan Bekerja Sepenuh Hati.

Bintang Tamu Khusus
Tak hanya itu, layanan cek kesehatan gratis dari PKU Muhammadiyah Banjarnegara juga menjadi salah satu magnet kegiatan. Warga dari berbagai usia terlihat antusias memanfaatkan layanan tersebut.


Untuk melihat dokumentasi acara melalui link instagram berikut.
Ketika AMM Band kembali tampil membawakan empat lagu penutup, suasana kebersamaan terasa semakin hangat. Tepat pukul 16.30 WIB acara berakhir, namun meninggalkan semangat yang terasa masih terus hidup. Hari BerMuhammadiyah perdana ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah bukan hanya organisasi, melainkan rumah besar yang mampu menyatukan semangat dakwah, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kesuksesan Hari BerMuhammadiyah perdana ini tidak lepas dari sinergi dan kerja sama berbagai unsur di lingkungan Muhammadiyah Batur. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Batur bersama Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Batur, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Batur, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Batur, Pimpinan Cabang Tapak Suci Putera Muhammadiyah Batur, PRM Bakalan beserta ortomnya, MI Muhammadiyah 1 Batur sebagai lokasi kegiatan, berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga masyarakat umum bahu-membahu menyukseskan acara. Keterlibatan lintas unsur tersebut menghadirkan suasana kekeluargaan yang kuat, menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi dalam Muhammadiyah tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan dakwah serta pelayanan kepada umat dan masyarakat.







