Sekilas Tentang Batur
Batur adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yang terletak di kawasan Pegunungan Dieng dengan luas sekitar 47,17 km². Kawasan ini memiliki iklim sejuk yang cocok untuk pertanian sayur-mayur. Secara geografis, Batur sangat strategis karena menjadi titik temu beberapa wilayah: Pekalongan dan Batang di utara, Wonosobo di timur, serta Banjarnegara di selatan dan barat.
Sejarah Berdiri
Muhammadiyah Cabang Batur memiliki sejarah panjang yang memberikan karakter tersendiri bagi masyarakat setempat.
- Tahun Berdiri: Muhammadiyah di Batur diperkirakan berdiri pada tahun 1925
- Tujuan Awal: Gerakan dakwah difokuskan untuk memberantas TBC (Tahayul, Bid’ah, Churafat) yang saat itu sangat marak di masyarakat.
- Amal Usaha Pertama: Setahun setelah berdiri, tepatnya pada tahun 1926, Muhammadiyah Batur mendirikan Madrasah Diniyah Muhammadiyah (MDM) sebagai aset pendidikan pertama.
Jejak Tokoh Bangsa
Sejarah Muhammadiyah Batur diwarnai oleh kehadiran tokoh-tokoh besar Muhammadiyah dan bangsa:
- Nyi Hj. Ahmad Dahlan (Nyi Walidah): Berkunjung ke Batur pada tahun 1929. Beliau dijemput dari Kejajar menggunakan kuda karena akses jalan saat itu masih berbatu.
- Jenderal Sudirman: Panglima Besar Jenderal Sudirman, yang saat itu merupakan kader kepanduan Hizbul Wathan (HW), pernah berkemah di Batur pada tahun 1936. Lokasi perkemahan tersebut kini dikenal di area sekitar lapangan Batur.
Amal Usaha & Pendidikan
Muhammadiyah Batur memiliki komitmen kuat dalam bidang pendidikan dan sosial keagamaan. Berikut adalah perkembangan amal usahanya:
- Pendidikan Non-Formal:
- Madrasah Diniyah Muhammadiyah (MDM) 1 Batur (sejak 1926).
- Madrasah Diniyah 2 (Kauman).
- Pendidikan Formal:
- MI Muhammadiyah 1 Batur (berdiri 1991 di Dusun Bakalan).
- MI Muhammadiyah 2 (Dusun Karanganyar).
- MI Muhammadiyah 3 (Dusun Kalianget).
- SD Muhammadiyah (berdiri 2014)].
- MTs Muhammadiyah Batur (berdiri 1991).
- Pondok Pesantren Ma’had Jabal Rahman (berdiri 2022).
- Masjid & Musala: Pembangunan tempat ibadah menjadi fokus utama, salah satunya Masjid Taqwa Batur yang didirikan tahun 1950.
Tradisi Unik: Semangat Berkurban
Salah satu keberhasilan dakwah yang menonjol adalah tradisi Kurban.
- Sistem Tabungan: Warga Batur memiliki sistem tabungan kurban berkelompok (7-21 orang) yang menabung setiap hari atau pasaran selama satu tahun.
- Partisipasi Tinggi: Berkat sistem ini, partisipasi kurban di Batur sangat tinggi, pernah menyentuh angka 50% dari warga, dan sering menjadi tempat studi banding daerah lain.
Organisasi Otonom (Ortom)
Gerakan Muhammadiyah Batur didukung oleh organisasi otonom yang aktif:
- Aisyiyah: Fokus pada pendidikan wanita dan anak usia dini (PAUD & TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1-4 Batur, BA Pasurenan 1-2) serta TPQ.
- Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IPM, dan Tapak Suci.
- Hizbul Wathan (HW): Telah ada sejak 1927 dan memiliki kepengurusan sendiri sejak 1930 yang dipimpin oleh Bapak Gunawa.
Jejak Kepemimpinan
Estafet kepemimpinan PCM Batur terus berjalan dari masa ke masa. Beberapa tokoh yang pernah memimpin antara lain:
- Bpk. Muhammad & Bpk. Munawar
bergantian di masa awal - Bpk. H. Jamburi.
– - Bpk. Rahami
– - Bpk. Raden Sukirman
– - Bpk. Afwan Munawar
sekitar tahun 1980 - Bpk. Kholid
sekitar tahun 1990, 2 periode - Bpk. Jazim
sejak 2015
Sumber Referensi: Dokumenter Sejarah Muhammadiyah Batur Banjarnegara
