HomeOrtom Pemuda Muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah

Jika Muhammadiyah adalah matahari yang menyinari negeri, maka Pemuda Muhammadiyah adalah sinar-sinar muda yang menjanjikan kelangsungan cahaya itu di masa depan. Sebagai salah satu organisasi otonom (Ortom) tertua di lingkungan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah memegang peran vital sebagai kawah candradimuka bagi para kader penerus persyarikatan, umat, dan bangsa.

Jejak Sejarah: Lahir dari Semangat Pembaharuan

Embrio Pemuda Muhammadiyah sebenarnya sudah ada sejak awal berdirinya Muhammadiyah melalui perkumpulan Siswo Proyo Priyo (SPP). Namun, secara resmi, Pemuda Muhammadiyah didirikan pada 2 Mei 1932 (25 Dzulhijjah 1350 H).

Kelahiran organisasi ini didasari oleh kesadaran K.H. Ahmad Dahlan akan pentingnya regenerasi. Beliau menyadari bahwa perjuangan menegakkan Islam yang murni dan berkemajuan tidak mungkin selesai dalam satu generasi. Harus ada estafet kepemimpinan yang disiapkan secara matang, dan itulah tugas utama Pemuda Muhammadiyah.

Filosofi Fastabiqul Khairat

Identitas Pemuda Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari semboyan utamanya: “Fastabiqul Khairat” (Berlomba-lomba dalam kebaikan). Semboyan yang diambil dari Al-Qur’an (Surah Al-Baqarah: 148) ini menjadi etos kerja kader.

Artinya, setiap gerak langkah kader Pemuda Muhammadiyah haruslah berorientasi pada aksi nyata, solusi, dan keunggulan. Bukan sekadar berteori, tapi berlomba memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat. Lambang Bunga Melati yang mereka kenakan menyimbolkan keharuman yang menebar kedamaian, serta kesiapan untuk mekar dan memberi manfaat di mana pun mereka ditanam.

KOKAM: Pasukan Kemanusiaan

Salah satu ikon paling dikenal dari Pemuda Muhammadiyah adalah KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah).

Seringkali terlihat dengan seragam lorengnya, KOKAM bukan pasukan militer, melainkan satuan tugas kemanusiaan dan kebencanaan. Di mana ada bencana alam di Indonesia, hampir bisa dipastikan personel KOKAM hadir di garis depan untuk membantu evakuasi, logistik, dan pemulihan. Selain itu, KOKAM juga berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama dan mengawal aset-aset persyarikatan.

Tiga Peran Strategis

Dalam dinamika kebangsaan hari ini, Pemuda Muhammadiyah memosisikan dirinya dalam tiga peran utama:

  1. Pelopor (Penyebar Nilai Utama): Menjadi inisiator gerakan dakwah yang modern, moderat, dan mencerahkan di kalangan anak muda yang kini didominasi budaya pop dan digital.
  2. Pelangsung (Regenerasi): Menyiapkan stok kepemimpinan. Banyak tokoh bangsa, menteri, hingga pemimpin daerah lahir dari rahim perkaderan Pemuda Muhammadiyah.
  3. Penyempurna (Kritikus Konstruktif): Tidak hanya membebek pada pendahulu, Pemuda Muhammadiyah bertugas menyempurnakan langkah persyarikatan agar tetap relevan dengan tantangan zaman, seperti isu ekonomi digital dan teknologi.

Menuju Pemuda Negarawan

Belakangan ini, Pemuda Muhammadiyah gencar menggaungkan visi “Pemuda Negarawan”. Visi ini menegaskan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah tidak boleh hanya sibuk di “dalam masjid” atau urusan internal saja. Mereka harus berani tampil di panggung kebangsaan—baik di jalur politik, ekonomi, hukum, maupun sosial—dengan membawa etika politik yang luhur dan wawasan keislaman yang inklusif.

Penutup

Pemuda Muhammadiyah adalah garda terdepan dalam merawat tenun kebangsaan Indonesia. Dengan semangat Islam Berkemajuan, mereka terus bergerak memastikan bahwa masa depan Islam dan Indonesia berada di tangan yang tepat: tangan-tangan pemuda yang beriman, berilmu, dan beramal nyata.

Potensi Lainnya